Rabu, 26 Juli 2017

Sudahkan Kamu Berterimakasih pada Sosok Ayah?



Apa kau pernah tau tentang sesosok pria tangguh di sana?
Iya disana, dia yang sedang berdiri kokoh dengan beban dipundaknya
Di begitu tegar, bahkan tak nampak lelah dihadapan keluarganya
Dia begitu pintar menyembunyikan rasa kantuknya saat keluarganya tengah dalam kesusahan
Dia memang bukan sosok malaikat, tapi dia cukup tangguh untuk disebut pahlawan
Kau tahu, dia selalu berusaha membuat dirimu dan keluargamu bahagia
Dia relakan rasa indahnya demi kamu, dan keluaraga mu
Sudah pantasnya kau ucapkan terima kasih yang tak hingga dihadapnya
Sudah pantasnya kau hormati sosoknya
Dan sudah pantasnya kau patuh terhadap perintahnya
Tidak ada yang lebih hebat dari semua sosok pria didunia kecuali dirinya
Apa kau selalu siap untuk memanaggilnya ayah?
Walaupun dia dalam keadaan susah dan tak berdaya?
Apa kau sanggup memberikan apa yang telah dia berikan untukmu?
Apa kau mampu untuk bisa mencotoh ketangguhannya?
Setidaknya hargailah pengorbanannya, hormati usahanya!
Seburuk-buruknya dia, dia tetap ayahmu
Begitu pula katanya, seburuk-buruknya kau, tetap lah anakku!!
Cukup untukmu meminta uang padanya?
Cukup untuk mu hanya mengandalkan barang-barang mewah darinya?
Tidak kah kau berpikir bagaimana susahnya dia?
Bahkan dia selalu mengalah
Membelikanmu makanan enak, mainan bagus, barang mewah dan menyekolahkanmu sampai sekarang
Sedangkan dia cukup melihat kebahagiaanmu, itu cukup untuk melukis senyum diwajahnya
Dia tak meminta apa-apa padamu
Dia Cuma berharap banyak untuk kehidupan masa depanmu lebih baik darinya
Ingatkah kau saat kau masih kecil, dia memberikan apa yang kau mau, mengangkatmu hanya sekedar untuk merasakan bagaimana rasanya naik pesawat terbang, menyediakan bahunya untuk kau merasakan bagaimana rasanya naik kuda, memberikan lengannya untuk sekedar kau coret-coret, dan membantumu membentuk kepribadian yang lebih baik!! Pernah kau berterimakasih padanya???

Mengapa Puncak Gunung Terasa Dingin?



Ada yang suka travelling? hiking? treking? yang tentunya berkaitan dengan kegiatan alam.
Pernahkan terbesit dalam pikiran anda, mengapa ketika berada di dataran tinggi atau di puncak gunung terasa dingin? tentunya dengan pertanyaan lanjutan padahal di puncak gunung lebih dekat dengan mathari? Secara ilmiah, pertanyaan ini dapat diuraikan.

Mengapa puncak gunung terasa dingin?
Puncak gunung terasa dingin karena puncak gunung merupakan dataran tinggi yang tergolong jauh dari pusat bumi. Suhu panas pada dataran rendah berasal dari pusat bumi, pada dataran rendah panas bumi tidak mudah terurai dan terlepas menuju atmosfir, sehingga suhu di dataran rendah tinggi (panas), berbeda lagi dengan lembah yang tergolong dingin, hal ini desebabkan oleh kelembapan pada lembah tinggi. Lalu, pada dataran tinggi yang tentunya bisa dikatakan jauh dari pusat bumi, sealain itu pada dataran tinggi panas bumi mudah terlepas ke atmosfir. Sehingga suhu dataran tinggi rendah (dingin).

Padahal di puncak gunung lebih dekat dengan mathari?
Untuk mengatakan puncak gunung lebih dekat dengan matahari, kita harus memahami jarak antara bumi dengan matahari. Jarak bumi-matahari adalah 1SA (satuan astronomi) atau mendekati 150juta KM, sedangakan kita anggap puncak tertinggi bumi Mt. Everest setinggi 8848 MDPL atau 8,8 KM. Perbandingan ini tentu saja tidak memungkinkan untuk dapat dikatakan berada di puncak gunung dekat dengan matahari. Hanya saja, ketika berada di puncak gunung, kita berada pada tempat yang lantang sehingga matahari seolah-olah dekat.

Dari pertanyaan dan pernyataan di atas, kita dapat menyimpulakan bahwa kita tidak harus melihat ke atas untuk membandingkan sesuatu, tapi kita juga perlu melihat ke bawah untuk lebih rendah hati mengetahui suatu kebenaran :)